Tampilkan postingan dengan label Potensi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Potensi. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 29 Juni 2019

Brikat Wisata Pesisir Barat












Brikat Wisata Pesisir Barat milik pemerintah yang ada dikabupaten pesisir barat terletak dilokasi pantai " Labuhan Jukung " saat ini sudah banyak mengalami kemajuan baik dari sisi kebersihan dan dari sisi tumbuhnya pedagang Kuliner yang ada didalam lokasi maupun yang berada disepanjang pagar lokasi wisata, hal ini terlihat jelas betapa antusiasnya masyarakat ikutserta memajukan kabupaten pesisir barat dari sisi usaha kuliner dilokasi wisata .  

Semoga kedepan pembangunan fasilitas lainya akan bertambah shingga pengunjung bisa dimanjakan dengan berbagai fasilitas dimaksud, baik permainan anak - anak 9maupun fasilitas sejenis perahu mini dan lain sebagainya .




Bundaran Tugu Damar yang ada diwilayah lokasi Brikat Wisata Labuhan Jukung



Pedagang Kuliner diseputar Labuhan Jukung



Bangunan Khusus Kuliner yang berada dilokasi Labuhan Jukung Yang dibangun Diera Bupati " Agus Istiqlal " 





Para Penjual Es Dogan Di Dalam Lokasi Wisata










Para Penjual Aneka Makanan Kering di Seputar Lokasi Wisata Labuhan Jukung









Senin, 10 Maret 2014

PLN Kendala Tanam Tumbuh Masyarakat

Maret, 10/2014


Matinya PLSN pada malam senin ( minggu malam) disebabkan karena adanya tanaman yang ada di sepanjang jalan jalur PLN, dan pada malam senen dapat dirumuskan bahwa wilayah Pesisir Utara dan Lemong yang mengalami gangguan . Dalam kesimpulan akhir bahwa tumbuh-tumbuhan yang ada disepanjang jalur perlintasan kabel jaringan listrik perlu dilakukan pemangkasan secara total . 


LSM Lumbung Informasi Tepat Akurat memberikan masukan kepada pihak  ranting liwa sudah tidak layak atau dibawah standar kelayakan, dari tegangan yang ada 220 Vol ( yang seharusnya atau tegangan normal), kenyataan fisik dilapangan pemakaian pelanggan hanya 50 v - 100 v , artinya sangat dibawah standar pelayanan dan penyebabnya adalah karena disebabkan oleh radius panjang jaringan sangat tidak layak dari Gardu Induk ( GI) , sebagai contoh jarak antara Bukit Kemuning ( GI) ke Bengkunat memiliki Jarak 250 Km ( Jalur Line) dan belum termasuk simpangan dan tersedot lagi oleh Simpang Sender dimana wilayah inimenginduk tetap satu jalur dari bukit ke wilayah pessiir barat , disimpulkan jarak jarak secara keseluruhan adalah 450 Km, hal ini menyebabkan Drop Tegangan atau Tegangan Rendah tidak layak pakai atau tidak layak konsumsi, sehingga berdampak pada pelanggan yang berada pada bagian bagian ujung wilayah tdak dapat menikmati listrik secara layak sesuai tegangan standar dimaksud .

Solusi yang harus dilakukan dalam hal ini yaitu pemerintah daerah Pesisir Barat dan Lampung Barat harus duduk satu meja untuk membahas masalah pembangunan Gardu Induk diliwa agar segera dapat terwujud, dan bisa bermanfaat untuk PLN, sementara kendala yang dihadapi masalah Gardu Induk kurang seriusnya pemerintah daerah menyikapi permasalah terealisasinya atau terwujudnya Gardu Induk dimaksud, sehingga PLN tidak menjadi tuntutan atau sasaran masyarakat . Karena aturan yang ada setelah GI selesai, maka penyerahan baru dilakukan ke pihak PLN  dan seterusnya PLN melakukan pengoperasian atau penggunaan pasilitas GI dimaksud, guna mengatasi tegangan Drop seperti saat ini , jadi dukan hanya PLN yang harus kita minta ketegasan dan kerja kerasnya, tapi justru pemerintah daerah harus melakukan kerja sesuai standar pelayanan yang ada . Disebabkan maslah ini adalah merupakan tanggung jawab pemerintah daerah . 

Harapan pemerintah daerah ( Pesisir Barat dan Lampung Barat ) bisa mengajak pemerintah daerah Lampung Utara dan Way Kanan guna membahas masalah ini secara baik, dimana semua kabupaten dimaksud dilintasi oleh jaringan PLN, disebabkan kabupaten Pesisir Barat dan lampung barat yang masuk atau tergolong memiliki masalah tegangan PLN, maka seharusnya dua kabupaten ini harus lebih Proaktif . Hal ini harus segera dilakukan , karena persoalan ini adalah urgen dan sangat penting . 

Semua komponen LSM yang ada dilambar dan pesisir baat harus memahani bahwa masalah ini harus kita perjuangan dan mendobrak keterpurukan ini guna kebaikan kedepan, dimana harus kita akui bahwa lsitrik merupakan satu kebutuhan yang vital dalam kehidupan masyarakat . Artinya titik penting agar PLN bertambah maju dalam pelayananya dimulai dari penyelesaian oleh pemerintah daerah menyangkut Jaringan Sutet yang belum terselesaikan . 

Jumat, 27 Mei 2011

Pesona Tanjung Setia Lampung Barat

Alam, Manusia dan Kebudayaan menyatu dalam suatu Harmoni Nan Indah.
WELCOME TO LAMPUNG !!
 
Aktifitas di pantai Tanjung Setia, Lampung Barat sangat menarik perhatian wisatawan, baik wisatawan asing maupun wisatawan lokal. Tak heran jika banyak wisatawan asing yang menghabiskan waktu liburannya di pantai Tanjung Setia.

Kondisi ombak dan gelombang laut yang berada di pinggir Samudera Hindia dan sedikit ekstrem dimanfaatkan wisatawan untuk berselancar. Menurut mereka, ombak pantai Tanjung Setia termasuk salah satu ombak terbaik di dunia untuk berselancar.

Setiap pagi dan sore, pantai dipenuhi wisatawan asing yang berselancar menaklukan ombak yang tingginya mencapai dua meter. Bahkan setiap tahun pantai Tanjung Setia menjadi tempat kompetisi selancar internasional.

Namun, keterkenalan pantai Tanjung Setia di luar negeri ternyata belum banyak diketahui wisatawan dari dalam negeri. Lokasi pantai yang jauh dari kota dan jalur transportasi menjadi alasan wisatawan dalam negeri untuk tidak mengunjungi pantai Tanjung Setia.

Kamis, 26 Mei 2011

Lembaga Pengusahaan Jasa Pariwisata,Kelautan,Perikanan: Dukung ; Pariwisata Lampung Barat

( Lambar ) - Direktur Lembaga Pengusahaan Jasa Pariwisata,Kelautan dan Perikanan ( LPJPKP ) Dwi Karyanto akan mendukung Konsef Pariwisata Lampung Barat dan Pembangunan Kampung Nelayan dilampung barat, dengan Target penyetaraan kegiatan BUMD harusdidukung oleh pemerintah lampung barat, dengan pengkondisian dana APBD dan penggalian Dana Luar atau bersumber dari Investor baik dalam dan Luar Negeri dan harus jelas melibatkan keberadaan masyarakat ( Pemberdayaan Masyarakat ) .

Kita berharap bupati lampung barat tidak setengah hati membangun keberadaan BUMD yang sudah memiliki kekuatan hukum, dan kedepan perlu penataan penataan kembali lokasi pariwisata, atau bahkan perlu dilakukan Revitalisasi dibidang pariwisata sehingga akan semakin kuat ketentuan aturan harus ditegakan dan dilaksanakan di lampung barat, oleh para pelaku kepariwisataan dilambar .

Sabtu, 21 Mei 2011

PANGERAN TRALIS

Mengerjakan semua bentuk bahan Logam dengan Menggunakan Tenaga ahli dibidangnya , segera hubungi Pangeran Tralis di Jalan . Kesuma Raya No. 1030  Krui - Lampung Barat - Lampung Indonesia .

Batu Keramat Tembulok Krui

Sejarah Batu ini terjadi dari hasil sumpahan / makhluk hidup yang disumpah oleh para dewa sehingga dalam sekejap menjadi batu. Kebanyakan para pejabat politik berkunjung untuk mencari wangsit .

Sabtu, 23 April 2011

Pelabuhan Kuala Stabas Krui

















Dari zaman dahulu Krui sudah mempunyai pelabuhan yang ramai, banyak kapal – kapal besar dari berbagai daerah datang ke pelabuhan Krui. Pelabuhan itu dahulu berada di muara Way Krui di pekon Pedada – Penggawa Lima.

Krui disebut dalam Peta pelayaran nusantara pada tahun 1411 M bahwa di Pulau Sumatera hanya terdapat beberapa kota pelabuhan antara lain : kota pelabuhan Pasee (NAD), Andripura (Indrapura, Riau), Manincabo (Padang, Sumbar), Lu-Shiangshe (Provinsi Bengkulu), Krui, Liamphon (Lamphong atau Lampung), Luzupara (Kemungkinan daerah Tulang Bawang atau Manggala), Lamby (Jambi), dan nama negeri Crïviyäyâ terletak di Musi Selebar.

Kemandirian Krui


Krui sejak zaman dahulu sudah dikenal oleh Dunia, daerah Krui terbentang dari muara tanda batas Bintuhan diutara sampai way meluang, batas Semangka diselatan.
Saya sangat menyayangkan kenapa kabupaten yang akan dibentuk bukan diberi nama kabupaten Krui, padahal saya sangat yakin semua orang yang berasal dari pesisir barat Lampung itu kalau berada di luar daerah tersebut kita akan mengaku bahwa kita adalah orang Krui.

Nama Krui sendiri sangat sakral, membawa keberuntungan bagi yang menggunakannya dan sudah terkenal sejak zaman dahulu, tetapi karena politik adu domba Belanda sudah mendarah daging di dalam masyarakat kita dan kita malu untuk mengakui kebesaran nama Krui, kita mengajukan nama baru yang tidak ada nilai jual dan tidak mengandung sesuatu yang khas yang bisa selalu dikenang orang, dan bahkan semua daerah di Nusantara ini pasti mempunyai daerah yang disebut pesisir Barat.

Menurut pendapat saya, sepertinya nama Pesisir Barat itu tidak mendapat restu dari nenek moyang kita yang merintis kehidupan di Krui, dan sepertinya hal ini adalah salah satu yang menghambat pemekaran calon kabupaten ini.

Tapi apa boleh buat, nama Pesisir Barat sudah diajukan dan sudah masuk dalam NOTULEN SIDANG PARIPURNA KE-7 DPD-RI, pada 6 Desember 2007.
Dibawah ini saya kutipkan bukti sejarah tentang kebesaran nama dan kemandirian KRUI dari zaman ke zaman.

Dari zaman dahulu Krui sudah mempunyai pelabuhan yang ramai, banyak kapal – kapal besar dari berbagai daerah datang ke pelabuhan Krui. Pelabuhan itu dahulu berada di muara Way Krui di pekon Pedada – Penggawa Lima.

Krui disebut dalam Peta pelayaran nusantara pada tahun 1411 M bahwa di Pulau Sumatera hanya terdapat beberapa kota pelabuhan antara lain : kota pelabuhan Pasee (NAD), Andripura (Indrapura, Riau), Manincabo (Padang, Sumbar), Lu-Shiangshe (Provinsi Bengkulu), Krui, Liamphon (Lamphong atau Lampung), Luzupara (Kemungkinan daerah Tulang Bawang atau Manggala), Lamby (Jambi), dan nama negeri Crïviyäyâ terletak di Musi Selebar.

Kerajaan Penggawa Lima, didirikan oleh Lumiya Ralang (berasal dari kota besi yang masih keturunan dari Banten) dan lima orang penggawanya dari kepaksian paksi pak Skala Brak.
Mereka adalah perintis pertama yang memulai kehidupan di Krui, mereka menumpas suku Tumi (kubu) dan mendirikan kerajaan yang diberi nama Penggawa Lima.
Kerajaan penggawa ini ada dalam catatan sejarah Inggris dibawah ini :
(William Marsden, The History of Sumatera, 1810, chapter 16 page 236) GOVERNMENT. The titles of government are pangeran (from the Javans), kariyer, and kiddimong or nebihi; the latter nearly answering to dupati among the Rejangs. The district of Kroi, near Mount Pugong, is governed by five magistrates called Panggau-limo, and a sixth, superior, called by way of eminence Panggau…..

Pada zaman kerajaan punggawa Lima ini mereka juga mengusahakan dan menguasai sarang burung wallet di gua – gua di dalam hutan dan sepanjang pantai pesisir Krui. Salah satu tempat yang terkenal adalah Darak salai, berada di Hutan Krui. Hal ini juga seperti diberitakan dalam sejarah sumatera dibawah ini :
(William Marsden, The History of Sumatra, 1810, chapter 8, page 145) BIRDS-NEST. The edible birds-nest, so much celebrated as a peculiar luxury of the table, especially amongst the Chinese, is found in similar caves in different parts of the island, but chiefly near the sea-coast, and in the greatest abundance at its southern extremity. Four miles up the river Kroi there is one of considerable size. The birds are called layang-layang, and resemble the common swallow, or perhaps rather the martin. I had an opportunity of giving to the British Museum some of these nests with the eggs in them. They are distinguished into white and black, of which the first are by far the more scarce and valuable, being found in the proportion of one only to twenty-five. The white sort sells in China at the rate of a thousand to fifteen hundred dollars the pikul (according to the Batavian Transactions for nearly its weight in silver), the black is usually disposed of at Batavia at about twenty or thirty dollars for the same weight, where I understand it is chiefly converted into a kind of glue

Selain itu bahwa Krui merupakan kota pelabuhan yang besar, banyak hasil pertanian, hasil hutan dan sebagainya dibawa dari Krui, terbukti dengan dijadikan Krui sebagai daerah keresidenan.

Dalam catatan British Library, Oriental and India Office Collections pada tahun 1792, tercatat 18 atase perdagangan berkantor di Fort Marlborough, Bengkulu . Beberapa kepala perdagangan ini juga menjabat sebagai kepala wilayah atau residen sejumlah kawasan sepanjang pesisir barat Sumatera, antara lain Manna, Lais, Natal, Tapanuli, dan Krui.

Melalui Traktat London tanggal 17 Maret 1824 Bengkulu beralih tangan dari pemerintah Inggris kepada pemerintah Belanda. Dan Daerah kekuasaan pemerintah kolonial Belanda di Bengkulu dimulai dari arah paling utara, yaitu Muko-Muko, Distrik Sungai Lemau, Distrik Sungai Itam, distrik Selebar. Selanjutnya, di bagian selatan kota Bengkulu berturut-turut terdapat wilayah Seluma, Manna, Kaur, dan Krui.

Pada masa pemerintahan Asisten Residen Knoerle (1830-1833) di wilayah Kaur, Krui, Muko-Muko, dan Silebar ditempatkan kembali seorang posthouder. Selain itu, Knoerle juga mengeluarkan berbagai kebijakan yang memicu kemarahan elit pribumi, misalnya peraturan tentang penghapusan gelar kepangeranan dengan hak-hak tradisionalnya dan diadakannya reformasi dalam sistem pengadilan.
Knoerle juga mengeluarkan kebijakan wajib tanam lada kepada kepala adat di distrik-distrik mulai dari Seluma sampai ke Krui. Tercatat , dimulai dari kampung Pedada ( Krui) melibatkan 25 orang kepala keluarga yang ikut serta dalam tanam paksa ini.
Pada tahun 1847 penduduk daerah Krui menuntut adanya perbaikan perjanjian kerja karena ‘wajib tanam lada dan kopi’ selama ini dirasakan memberatkan penduduk. Pemberontakan penduduk Krui itu dipimpin oleh Raja Alam dari Penggawa Lima.

Selanjutnya dalam Koloniaal Verslag tahun 1880 dilaporkan bahwa pertanian yang paling maju pada tahun 1879 adalah di afdeling Manna, Kaur, dan terutama di Krui yang terletak di sebelah selatan. Dilaporkan juga bahwa penduduk afdeling Manna dan Kaur tertinggal kesejahteraannya bila dibandingkan dengan penduduk di afdeling Krui. fakta saat ini semua afdeling tersebut kecuali krui sudah menjadi kabupaten.

Selanjutnya, pada tahun 1908 melalui Lembaran Negara (Staatsblad) tahun 1908 no. 646, Keresidenan Bengkulu dibagi menjadi lima daerah afdeeling, yaitu : Afdeeling Bengkulu, Afdeeling Lebong, Afdeeling Seluma, Afdeeling Manna, dan Afdeeling Krui.
Ini adalah sedikit cerita tentang Krui, dan ini saya buat untuk menanggapi pernyataan bahwa banyak daerah hasil pemekaran menjadi daerah tertinggal karena tidak bisa mandiri.

Sepertinya pendahulu kita sudah salah dalam mengambil keputusan untuk bergabung dengan provinsi Lampung pada tahun 1960, mereka berharap dengan bergabung berarti kita pulang kerumah asal nenek moyang kita, tapi kenyataannya sampai saat ini kita masih dianggap belum bisa mandiri.

Semoga tulisan ini bisa membuka sedikit wawasan kita tentang Krui pada zaman dulu, mudah-mudahan bisa membangkitkan semangat kita bahwa Krui layak diperjuangkan menjadi Kabupaten.


Sumber :
Bengkulu dalam sejarah maritim Indonesia, Tunkeme
William Marsden, History of sumatera, 1810, Project Gutenberg
Arsip Nasional Republik Indonesia : Bundel Bengkulu
Heles Yarmaini, Aktivitas perdagangan etnis china Di Bengkulu abad 18 – 20 (alumni Fakultas sejarah UNS)
Dr. Lindayani,M.Hum, Bengkulu ‘Tanah Harapan’ (Lintasan sejarah Bengkulu 1908-1941),

Note :
Tulisan ini sebelumnya sudah ada di catatan Grup Keluarga Besar haspian Kadir dan di Forum Diskusi Grup Perjuangan baru dimulai dukung Pemekaran Kabupaten Pesisir Barat.
Dan sudah diterbitkan oleh Harian Fokus Post pada tanggal 8 Februari 2010.

By “Ngah Fe” (Firdawati ).

BERAWAL DARI KESEPAKATAN DAN KEBERSAMAAN

Dengan didasari sebuah kesepakatan dan kerjasama, kita akan membenahi semua infrastruktur yang ada terutama semua jalan lingkungan yang ada di Lampung Barat, paling tidak jalan dimaksud harus sudah dilakukan pengaspalan dan ini merupakan satu bukti nyata bahwa Lampung Barat sudah mengarah pada kabupaten yang memiliki daya saing kuat dengan kabupaten lain terutama di Propinsi Lampung .

Apa sebab kita harus mendahulukan jalan lingkungan yang ada :

Pertama : Semua jalan lingkungan merupakan askses utama sebagai sarana dipedesaan baik untuk lalu lintas maupun keluar atau masuknya berbagai kebutuhan masyarakat, serta mungkin jalan lingkungan dimaksud tergolong jalan pertanian atau perkebunan, maka berfungsi sebagai sesuatu yang vital dan penting .

Kedua : Menunjukan bahwa ketika jalan lingkungan ini sudah tergarap secara keseluruhan dalam arti sudah dilakukan pengaspalan, maka satu keberhasilan pemerintah Lampung barat dalam mengurus rakyat, dengan tanpa membedakan suku, daerah serta tidak mengkotak kotakan kelompok masyarakat didaerah kecamatan tertentu khususnya di Lampung Barat.

Ketiga : Bukti sukses dalam memimpin dekade lima tahun, maka semua jalan lingkungan harus tuntas terbangun .

Sebuah harapan perlu kita gantungkan, masyarakat akan selalu menunggu atas apa yang akan dikerjakan oleh pemerintah lampung barat, maka pemerintah harus memiliki konsef pembangunan yang benar dan mengarah .

Jumat, 22 April 2011

Lampung Barat Harus Memulai Survei Tambang Minyak Dan Gas Bumi Lepas Pantai Krui



Berdasarkan sumber informasi yang didapat bahwa wilayah laut Krui Lampung Barat memiliki potensi tambang migas, hal ini membutuhkan sebuah respek atau kerja keras pemerintah Lampung Barat melakukan survei, sehingga dengan dilakukan survei, maka akan didapatkan hasil yang pasti bahwa lepas pantai Krui mengandung potensi tambang migas. hal ini selanjutnya akan membawa warna baru bagi kekuatan Kabupaten Lampung Barat kedepan dalam kerangka melahirkan laju pembangunan yang bermanfaat serta melahirkan kesejahteraan masyarakat.

Survei yang akan dilakukan tentu akan memakan biaya yang tidak sedikit, namun secara terencana apapun bisa dilakukan oleh pemerintah Lampung Barat karena jelas program dimaksud akan mendorong laju perkembangan ekonomi nasional. Artinya pemerintah Lampung Barat segera melakukan langkah memberikan pemaparan serta prosentasi kepada pemerintah pusat menyangkut penganggaran dana alokasi  khusus guna kepentingan dimaksud . Lokasi tambang migas dimaksud berada diseputar Way Haru atau wilayah dekat pulau Betuah yang diperkirakan diwilayah perbatasan pantai antara kabupaten Tanggamus dengan Kabupaten Lampung Barat.

Langkah awal yang harus dilakukan oleh pemerintah Lampung Barat, melakukan koordinasi antara dinas terkait yaitu dinas pertambangan Lampung Barat dengan DPRD Lampung Barat sehubungan target survei yang akan dilakukan untuk kepentingan mengetahui dimana posisi tambang Migas dimaksud berada secara positif, dan apabila tidak dimulai dari saat ini, maka Lampung Barat akan tetap tertinggal dalam melakukan sebuah gerakan pemanfaatan potensi daerah yang dimiliki oleh daerah, sementara sebagai daerah otonom pemerintah berhak menggunakan anggaran guna kepentingan dimaksud atau kepentingan apapun guna kemaslahatan masyarakat dan daerah Lampung Barat secara umum . DPRD Lampung Barat harus merespon
aspirasi ini guna memberikan pertimbangan yang mengarah pada kesepakatan bersama pemerintah . Kebenaran yang dilahirkan tentu akan mendapat dukungan semua pihak,disertai dengan melahirkan kemajuan daerah Lampung Barat.

Oleh : Dwi Karyanto.Sutoyo/Direktur Eksekutif LSM Lumbung Informasi Tepat Dan Akurat.

Rabu, 30 Maret 2011

Batu Besi dan Batu Silika/Silikon di Lampung Barat








Batu Besi dan Batu Silika / Silikon ini merupakan potensi yang tersimpan di Lampung Barat dan butuh pengolahan serta perhatian yang serius Pemerintah maupun Investor.

Batu Besi dan Batu Silika/Silikon ini tepatnya berada di wilayah pesisir Krui Kabupaten Lampung Barat Provinsi Lampung Indonesia.

Jumat, 26 November 2010

Under Cover Lampung Barat


Wawancara langsung dengan Dwi Karyanto Sutoyo Direktur Eksekutif LSM Lumbung Informasi Tepat Akurat.

Untuk memberikan sebuah informasi tentang Lampung Barat, dengan tujuan kemajuan Kabupaten Lampung Barat Provinsi Lampung kita mencoba mengupas semua persoalan yang ada dipandang dari sisi sosial, politik, kebudayaan, ekonomi dan hankam, sengaja kali ini kita wawancara dengan Direktur Eksekutif LSM LITA dan akan membahas beberapa hal :

>> Bung Dwi Karyanto:  Bagaimana menurut anda tentang daerah Lampung Barat yang terletak diprovinsi Lampung dan bagian daerah otonomi yang ada diprovinsi Lampung ?

** Menurut saya kabupaten Lampung Barat merupakan daerah yang cukup kaya, dalam arti potensi sumberdaya alamnya cukup banyak dan bahkan lebih untuk memberikan sumber penghidupan dari semua masyarakatnya, tapi sampai saat ini realisasi mengarah kepada cita-cita masyarakat menuju Kabupaten Lampung Barat yang "sejahtera" belum dan masih jauh dari terwujud, tapi saya berkeyakinan kedepan siapapun pemimpinnya di Lampung Barat akan memikirkan hal tersebut, ya .. katakanlah tahap sekarang kalau anak sekolah baru menggambar bayangannya, tapi keberadaan konseptor daerah harus lebih jelas dan proporsional, berani berbuat dan memberikan gambaran yang jelas dan terarah , ya tentunnya disesuaikan dengan karakter daerah dan masyarakatnya.


>> Kaya sumber potensi menurut anda... apa saja kira kira ?

** menurut saya kaya sekali, semua ada dikabupaten Lampung Barat ini , baik Emas, Bouksit, Bijih Besi, Gas bumi dan kekayaan yang jelas bahwa Lampung Barat ini merupakan daerah hulu dari beberapa bahkan semua kabupaten yang ada diprovinsi Lampung ini, seperti halnya kabupaten Tanggamus misalnya sungai yang mengalir ke Kabupaten Tanggamus itu hulunya ada di Lampung Barat, artinya mereka punya kepentingan dengan Kabupaten Lampung Barat ini, dan kalau penerapan atas undang undang hulu hilir, maka kabupaten lain harus bayar mahal dengan kabupaten Lampung Barat  tapi semua ini belum tergarap ..ya.


>> Apa pendapat anda pemerintah kok belum memulai penggalian potensi tersebut ?

** Begini ... Lampung Barat ini paling luas hutan dan hutan dimaksud banyak sekali kawasan HPT bahkan Taman Nasional Bukit Barisan Selatan (TNBBS) artinya harus memiliki perlakukan khusus pula atas Lampung Barat, dan memang perlu pemikiran yang sangat cerdas untuk mengambil potensi Lampung Barat karena harus berhadapan dengan aturan yang ada di Republik Indonesia, dan semua memungkinkan untuk digarap asal pemerintah Lampung Barat tau negosiasi terhadap pemerintah pusat ... semua ini kan demi rakyat banyak tentu harus diperjuangkan.


>> Masih luaskah hutan di Lampung Barat dan apakah tidak terusik atau dirusak, seperti daerah lain diindonesia ?

** Nah disini, saya tidak habis pikir memang, dari jaman pemerintahan bapak Erwin Nizar (selaku bupati) sudah dicanangkan bahwa Lampung Barat ini adalah "Kabupaten Konservasi" disini hutan banyak tapi sudah kebanyakan yang dirusak, sejauh ini saya juga heran kenapa Pemerintah Lampung Barat masih saja memberikan izin pendirian Sawmill (penggerjajian kayu) ya mungkin pemikiran lain positif bisa memasukan PAD itupun kalau jelas, tapi sisi negatifnya menurut saya yang lebih banyak, karena saya rasa Lampung Barat ini termasuk menjadi sasaran paru-paru dunia dari negara lain didunia ini, katakanlah Amerika dan negara besar lainnya.


>> Bagaimana menurut anda agar potensi tergali dan hutan tidak dirusak?

** Sebenarnya sangat mudah asal pemerintah mau dan masyarakat mendukung, inikan otonomi daerah, semua tergantung Bupati, mau benar atau tidak semua ada pada pemikiran seorang bupati, tentunya kita harus buat aturan yang lebih kuat menyangkut pemeliharaan dan menjaga hutan agar tidak kembali ditebang atau dibabat. pertama Perda ya ... perda ini pegang peranan penting sekali, tapi tidak bertentangan atau lebih tinggi dari undang-undang ya, dan bisa sebenarnya kita buat kalau pemerintah Lampung Barat mau dan serius ... berhenti semua para penebang hutan itu asal sawmill nya ditutup dulu, kemudian potensi alam yang ada diwilayah kawasan hutan bisa saja digarap tentu harus melibatkan departemen yang terkait dipusat , ada sistim rislah ya tentunya penggantian wilayah hutan , manakala hutan dimaksud akan digarap potensinya, berdasarkan analisa potensi dimaksud merupakan potensi unggul dan mampu meningkatkan PAD Lampung Barat. Kenapa tidak harus kita garap dong.


>> Jadi menurut anda kabupaten Lampung Barat ini kaya potensi?

** Sudah saya katakan bahwa Kabupaten Lampung Barat ini kaya sekali potensi, persoalanya belum digarap, tidak usah susah kita berpikir, potensi laut saja misalnya belum tergarap maksimal, seharusnya pemerintah Lampung Barat sudah meningkatkan status nelayan tradisional menjadi nelayan yang profesional dan maju, tentunya dengan cara memberikan dan membeli pasilitas penangkapan yang modern, seperti kapal penangakapan ikan misalnya dan tentu yang memiliki peralatan yang canggih dan maju, banyak potensi laut yang diminati negara lain di Lampung Barat, misalnya ikan Blue Marline, Tuna, Kerapu laut, Udang Lobster dan masih banyak lainnya, semua laku jual kok dan sepertinya potensi-potensi tersebut banyak yang dicuri,  ya buktinya banyak kapal kapal luar yang selalu bersandar di Lampung Barat, khususnya dilaut Krui (karena laut di Lampung Barat ada di Krui), sejauh ini belum ada penanggulangan dari pemerintah Lampung Barat.


>> Mungkinkah pemerintah ada kerjasama dengan pemilik kapal tersebut melalui Dinas Kelautan dan Perikanan?

** Wah bisa gawat kalau demikian, ini kan enggak benar, kalau memang ada terlalu naif ya, kenapa tidak beli saja kapal laut penangkap ikan. kok malah kerjasama dengan pihak lain, selama ini belum saya dengar ya masalah itu, tapi yang jelas sering saya lihat adanya kapal kapal itu dilaut Krui Lampung Barat.


>> Bagaimana menurut anda pola pembangunan di Lampung Barat?

** Saya lihat pola pembangunannya belum mengarah pada penggalian potensi, artinya setiap pembangunan harus menunjang bagaimana bertahap memiliki nilai mendekati sebuah lingkaran kepentingan, artinya apapun pembangunan dimaksud harus berpijak pada persebaran potensi bukan hanya persebaran penduduk, jadi ketika potensi apapun akan digarap pemerintah harus menyiapkan pondasi pembangunan dimaksud, contoh Dermaga Nusantara Bengkunat dibangun karena akan menggali potensi laut, ini program pusat karena menggunakan dana APBN, tentunya sudah terpikir bahwa Zona Ekonomi Eksklusif (ZEE) yang berbatasan dengan wilayah 12 mil laut Krui Lampung Barat Provinsi dan pusat telah mendeteksi kekayaan lautnya, maka dibangunlah Dermaga Nusantara yang terletak dibengkunat Krui Lampung Barat ini contoh ya, maunya pemerintah Lampung Barat seperti ini, tapi yang ada hanya sebatas membangun yang memiliki nilai kebijakan politis saja, banyak sekali pembangunan yang salah kaprah dan seharusnya tidak terjadi dan anggaran banyak terbuang percuma dalam arti tidak melihat bagaimana sesungguhnya pembangunan itu semata mata untuk kepentingan rakyat dan bukan hanya kepentingan seseorang atau sekelompok orang saja. Karena masih banyak program lainnya yang lebih penting.


>> Sebenarnya bagaimana menurut anda bisakah Lampung Barat ini maju, membangun sesuai konsep potensi dan mengarah pada kepentingan masyarakat ?

** Sebenarnya bisa dan sangat bisa, tapi tergantung siapa yang memimpin dan bagaimana konsepnya. Kan tinggal merencanakan dan soal uang kan sudah jelas anggaran negara yang berasal dari uang rakyat juga. nah disini sebenarnya peran BAPPEDA Lampung Barat, harus mampu mengukur kebijakan pembangunan yang riil dan melibatkan semua kepentingan Dinas-Dinas yang ada di Lampung Barat. Semua harus memiliki keterkaitan dan jangan sepotong sepotong melihat Lampung Barat ini.


>> Pariwisata menurut anda bagaimana di Lampung Barat ?

** Wah ini baru enak mendengarnya, Kabupaten Lampung Barat ini unik dan indah, tapi kita harus bicara jangkauan atau jarak tempuh atau rentang kendali dari daerah lain dalam arti pengunjung ya. sebenarnya pariwisata di Lampung Barat sangat bagus, misal wisata pantai, pantai di Krui Lampung Barat sebenarnya lebih indah dari pantai di Bali, tapi kelemahanya kan belum tertata dengan baik, kalau sudah ditata saya lihat luar biasa ya, inilah sebenarnya yang saya maksud tadi, harus samakan langkah artinya Pemerintah Lampung Barat harus menyamakan langkah dalam pembangunan, jika pemerintah pusat membangun Lapangan Terbang "ALANG ALANG LEBAR " yang ada di desa Sray Kecamatan Pesisir tengah Krui, harus diikuti oleh Pemerintah Lampung Barat dengan membangun sector-sektor yang akan menunjang program pusat, misal saja sektor pariwisatanya, ya kalau tidak mampu membangun sendiri tentu harus cari Investor yang mau dan bertanggung jawab, jangan maunya aja, nanti semaunya tanpa tanggung jawab kan rakyat yang susah, homstay orang orang barat misalnya terbangun terlalu riskan tertutup dan misterius, ini harus ditata oleh pemerintah, keterlibatan masyarakat harus jelas, jangan masyarakat hanya gigit jari saja, ini semua pemerintah melalui Dinas terkait harus bekerja dan membuat perencanaan aturan, mana yang baik dan saling menguntungkan semua pihak. Jadi pemerintah harus memulai ini, jangan sampai semakin lama akan membuat semakin parah keadaan daerah ini.

(Wawancara ini akan mengupas sedetil-detilnya tentang Lampung Barat dimata Indonesia dan dunia, positif dan negatif yang bertujuan membangun bangsa)



>> Lampung Barat memliki panjang pantai + 210 Km, dan semua pantai di Lampung Barat sangat layak dijadikan sebagai lokasi pariwisata, apa pendapat Bung Dwi Karyanto tentang masalah ini ?

** Saya sangat berpendapat bahwa seluruh panjang pantai Krui Lampung Barat semua layak dijadikan lokasi pariwisata, artinya semua pantai diwilayah Krui semua tergolong indah dan sangat layak dijadikan sebagai satu komoditi sektor pariwisata bagi Lampung Barat dan beberapa lokasi yang dapat saya sebutkan antara lain: Lokasi Wisata Labuhan Jukung yang terletak di Kecamatan Pesisir Tengah, Lokasi Wisata Pantai Way Sindy yang terletak di Kecamatan Karya Penggawa, Lokasi Wisata Pulau Pisang yang terletak di kecamatan Pesisir Utara, Lokasi Wisata Pantai Tanjung yang terletak di kecamatan pesisir Utara, Lokasi Wisata Pantai Lemong yang terletak di kecamatan Lemong, lokasi Wisata Pulau Betuah yang terletak di kecamatan Bengkunat Belimbing, Lokasi Wisata Taman Buru yang terletak dikecamatan Bengkunat Belimbing, Lokasi Wisata Batu Lawang yang terletak dikecamatan pesisir utara, dan dari sekian banyak lokasi pariwisata yang ada di wilayah pesisir pantai Krui apabila sudah dilakukan pengelolaan oleh pemerintah maupun swasta, maka dapat merupakan salah satu sumber pemasukan PAD bagi daerah Lampung Barat dan mampu menciftakan lapangan pekerjaan bagi masyarakat usia kerja efektif 17 sampai 35 tahun, tetapi pada kenyataan nya belum terealisasi sama sekali, baik oleh pemerintah maupun oleh investor.

>> Bagaimana dengan sedemikian banyak nya lokasi pariwisata, konsep seperti apa yang harus diterapkan oleh pemerintah, sehingga mampu menggali semua lokasi pariwisata yang ada di Lampung Barat ?

** Kalau bicara konsep tentu pemerintah akan lebih cerdas mensikapi hal ini, tapi perlu kiranya saya menyumbangkan pikiran bagi bangsa dan negara ini khususnya untuk Kabupaten Lampung Barat, saya rasa dalam melakukan satu pembedahan atau menerapkan konsep pariwisata akan lebih bagus kita buat konsep adanya saling keterkaitan satu tempat dengan tempat yang lain, namun disini perlu perencanaan matang dari semua pihak, baik pemerintah maupun swasta yang akan menanamkan modalnya dipesisir Krui Kabupaten Lampung Barat.

** artinya kita harus bicara "Gerbang Pariwisata" dan gerbang ini akan membuat saling keterkaitan antara satu tempat/lokasi pariwisata dengan tempat lainnya, dalam hal ini semua komponen masyarakat harus mampu mendukung sepenuhnya atas konsep yang akan diterapkan tersebut. Artinya kita kembali mewujudkan apa yang dimaksud Gerbang tersebut, Gerbang pariwisata atau disebut Pintu Gerbang, artinya kita harus membuka pintu Pariwisata di Krui, dan ada empat pintu Gerbang Pariwisata dimaksud : (1) Gerbang Wisata WAY HENI/MUARA PAMERIHAN ; Gerbang ini akan membuka pintu kepariwisataan di Lampung Barat atau Krui sebagai lokasi penerapan program, Gerbang wisata (1) ini akan membuat rute Way Heni (sebagai Dermaga pawiwisata) menuju Pulau Betuah - kemudian menuju lokasi Taman Buru ( Milik Tomy Winata ) yang berada di Belimbing - kemudian menuju Pulau Pisang (untuk melakukan kegiatan memancing ikan Blue Marline - setelah dari pulau pisang wisatawan menuju lokasi wisata Religi yaitu Makam Manula (bagi penganut agama islam) dan yang bukan muslim bisa meneruskan perjalanan menuju Gerbang (2) Dermaga Lemong . (2) Gerbang wisata Labuhan Jukung kecamatan pesisir tengah : wisatawan menuju Pulau pisang - kemudian dilanjutkan menuju pulau Betuah - selanjutnya menuju lokasi Taman Buru (dikecamatan Bengkunat Belimbing dan diteruskan menuju Dermaga (1) - seterusnya kembali menuju Dermaga (2) dilabuhan Jukung. Dermaga Wisata (3) bertempat di Desa Tembakak kecamatn Karya Penggawa : wisatawan menuju Pulau Pisang dengan menggunakan Kapal Pesiar atau menggunakan Sklip ( Kereta Gantung / seperti halnya diTaman Mini Indonesia) - dilanjutkan ke Pulau Betuah- dilanjutkan ke lokasi Taman Buru - kemudian kembali ke Dermaga Wisata (3) . Dermaga wisata (4) berada di Desa Lemong kecamatan Lemong; wisatawan menuju Pulau Pisang - dilanjutkan menuju Pulau betuah - dan dilanjutkan ke lokasi Taman Buru - kemudian bisa singgah di Dermaga (1) atau Dermaga (2) juga bisa singgah di Dermaga (3)

Artinya rotasi atau putaran perjalanan wisatawan melihat dari mana mereka datang, dan disetiap Dermaga sudah tersedia Kapal Pesiar sebagai sarana Transportasi wisatawan, dalam hal ini pemerintah atau investor harus membangun dermaga serta penyiapan sarana pendukung lainya, termasuk disetiap Dermaga atau Gerbang pariwisata dimaksud sudah tersedia Hotel Bintang Lima (5) sebagai sara bermalamnya para wisatawan baik yang berasal dari lokal maupun mancanegara . artinya semua tempat telah dilakukan penetaan sesuai selera para pelaku atau investor atau pemerintah melalui perencanaan dari pemerintah itu sendiri . melihat dari perkiraan diatas tentu sudah terbayang dalam benak kita bahwa betapa beratinya satu meter tanah dilokasi pariwisata dimaksud, dan terpikir berapa banyak dibutuhkan tenaga kerja yang ahli dibidangnya khusus melayani sektor kepariwisataan di Krui Lampung Barat.

>> Menurut anda apakah konsef ini bisa dijalankan ?

** Jelas bisa asal pemerintah berpikir fokus untuk ini, ya kalau setengah setengah jelas tidak akan mampu atau tidak akan terwujud dan saya yakin ini harus terpikirkan oleh Pemerintah Lampung Barat, walaupun skala kecil dalam arti Pemerintah Lampung Barat harus memulainya, selanjutnya ada kemungkinan investor akan melirik kearah ini.

>> Bagaimana mungkin apabila terlaksana, pengunjung akan datang ?

** Tentu, saya sangat yakin, dengan melakukan berbagai promosi, atau membuat Master Plan Pariwisata dengan menggunakan Internet misalnya, maka seluruh masyarakat Indonesia akan tahu bahwa di Krui Lampung Barat ada lokasi wisata yang menarik, bahkan lebih indah dan lebih santai dari di Bali. Dan tentu semua ini harus didahului dengan melakukan sosialisasi terhadap masyarakat luas, karena untuk mengembangkan sektor ini akan melahirkan berbagai dampak lingkungan serta perubahan situasi lingkungan dan karakter masyarakat Krui, tapi kan menguntungkan yang jelas, karena Tuhan menciptakan ini semua harus dilakukan pengolahan terlebih dahulu, kalau memang akan dimanfaatkan hasilnya oleh masyarakat Lampung Barat itu sendiri, kususnya masyarakat Krui. Dan kenyataan ada serta benar, bahwa setelah dilakukan penataan dan pengelolaan " Pantai Krui " Akan lebih indah dari Pantai Pulau Bali.

>> Apa saja dampak akan timbul menurut anda dalam pengembangan kepariwisataan di Krui Lampung Barat ?

** Dampak itu sebenarnya bisa ditekan apabila kesadaran masyarakat kita atau dengan memuncaknya kegiatan dimaksud, masyarakat asli tidak terlalu mudah terkontaminasi dengan keadaan atau tidak mudah terpengaruh dengan situasi para pengunjung (wisatawan).

>> Bicara pariwisata, tentu tidak lepas dari bagaimana menciftakan berbagai hiburan sehingga membuat para pelancong betah, tentunya mungkinkah akan berdiri tempat tempat hiburan seperti Diskotik dan sebagainya ?

** Tentu, dan ini sudah seharusnya, karena para pengunjung akan menghabiskan masa liburannya dengan menghibur diri, dan disanalah mereka akan mengeluarkan kocek atau uang mereka, inilah yang dinamakan peredaran uang dilokasi pariwisata, tentu ini lah yang diharapkan oleh para pelaku atau pengelola lokasi pariwisata. Dan tentunya semua masyarakat harus mampu menyiapkan semua kegiatan yang menurut kemampuan masyarakat itu sendiri, dalam arti ikut berkiprah didunia kepariwisataan. Karena semua masyarakat akan mendapat sumber pemasukan yang sesungguhnya memiliki perbedaan antara yang satu dengan lainya.

>> Kira-kira setelah betul-betul dibuka dan dibangun secara nyata Kepariwisataan di Lampung Barat, Khususnya pantai Krui, akankah mampu menyumbang PAD?

** Tentu saya berpikir program ini akan menyumbang PAD cukup besar baik dari Retribusi maupun Pajak atau nilai kerjasama antara pemerintah dengan investor, yaitu berkisar 3 Milyard per tahun dan mapu menyumbang pelepasan pengangguran diLampung Barat, serta dapat bergejolak terjadinya urban masyarakat Lampung Barat yang mencari kerja di Jakarta akan kembali kedaerah, karena didukung oleh adanya lapangan kerja yang tersedia.


>> Bagaimana Harapan Anda terhadap Pemerintah Lampung Barat atas pemikiran ini?

** Tentunya sangat besar harapan saya dan masyarakat umum, ya katakanlah pemerintah Lampung Barat harus segera memulai kerja dan karya nyata sesuai perencanaan, misalnya memulai membangun dan melengkapi sarana pendukung lokasi pariwisata Labuhan Jukung atau lokasi lain yang sekiranya menjadi target kelak oleh para investor yang akan menanamkan modalnya diLampung Barat, khusus pariwisata bahari. Dan bisa saja pemerintah memulai melakukan pembelian kapal pesiar, karena wisatawan mancanegara memang sudah ada di Krui, dan mereka jelas membutuhkan sarana dimaksud dan artinya yang diprioritaskan lebih dahulu oleh pemerintah sarana yang segera akan laku atau mendapatkan hasil. Dan harapan saya semoga pemerintah bisa berpikir serius atas sektor ini dan sektor sektor yang lain semata-mata demi kemajuan daerah Lampung Barat yang kita cintai bersama, serta akan menopang kemajuan negara kesatuan republik indonesia.

>> Menyikapi Permasalahan pemerintahan Lampung Barat, terutama tentang pemberdayaan aparatur pendapat Bung Dwi karyanto, seperti apa :

** Menyangkut pemberdayaan aparatur menurut hemat saya, di Lampung Barat sudah tidak memiliki standar penilaian dan ini harus dilakukan pembenahan, ketika sebuah pemerintahan Otonomi tidak mengindahkan aturan atau undang-undang, maka dapat dikatakan bahwa daerah tersebut melakukan langkah mundur, sebagai contoh di Lampung Barat begitu banyak jabatan yang tidak sesuai profesionalisme. Seperti hal nya Camat, banyak sekali camat yang tidak sesuai dengan pendidikannya, seorang guru misalnya harus ditugaskan sebagai camat, tentu hal ini sangat mengganggu mata, artinya apa yang bisa dilakukan camat atau sekcam yang notabene dari seorang guru SD, disini kerusakan birokrasi akan terjadi serta apabila terus menerus dilakukan timbul kerancuan dan kerusakan dalam pemerintahan dimaksud.

>> Siapa yang harus disalahkan menurut anda hal yang terjadi dimaksud ?

** Semua salah Eksekutif Salah dalam menempatkan, toh walaupun itu berat memiliki kepentingan politik, maka haruslah dipikirkan dampak serius yang bakal terjadi, daerah otonom itu butuh kegesitan dalam membangun, tentunya kan bingung jadinya kalau perangkat daerahnya saja amburadul dan tidak memenuhi standar pendidikan yang khusus untuk itu, walaupun masalah bisa ditekan namun kemajuan itu pasti terhambat, lantas kenapa negara ini mendirikan STPDN kalau bukan untuk mencetak manusia yang mampu memimpin. DPRD juga salah, artinya mereka yang duduk di gedung DPRD harus menjalankan pungsi pengawasan, dan jelas bahwa pemerintahan otonomi tidak akan berjalan tanpa DPRD selaku lembaga pemerintah yang memiliki pungsi dipemerintahan.

>> Kepala Dinas juga merupakan perangkat daerah, apa menurut saudara sudah memenuhi standar ?

** Katakanlah sudah memenuhi standar, tapi ketika sebuah pemerintahan kabupaten tidak serta merta bupati bisa segalanya, tapi juga harus didukung oleh para pejabat kepala dinas yang handal dan mampu berpikir cerdas untuk membantu sang bupati, pentingnya sebuah kebersamaan dan propesionalisme, tidak harus mengikat dengan makna sebuah keluarga, kalau sudah harus berpikir keluarga disini terjadi Nepotisme dimana Nepotisme ini harus diberantas dari negara kita, ya katakanlah bahwa awal terjadinya Korupsi karena adanya Nepotisme.

>> Bagaimana menurut anda para pejabat desa katakanlah peratin atau kepala desa ?

** Kepala desa itu dipilih oleh masyarakat langsung, artinya siapapun asalkan memenuhi syarat bisa mencalonkan diri menjadi kepala desa, tetapi tugas pemerintahlah setelah eseorang menjadi kepala desa untuk melakukan peningkatan kemampuan, kesadaran dalam membina masyarakat, artinya peningkatan sumberdaya aparatur pemerintahan pekon atau desa harus disetarakan oleh pemerintah kabupaten guna lebih jelas bagaimana seorang kepala desa memimpin didesa, karena kemajuan masyarakat desa ada ditangan kepala desa atau peratin . lebih jauh maju mundurnya sebuah desa tentu dipengaruhi oleh kepala desa dalam bertindak dan mampu menjadi suri tauladan masyarakat desa .

 Wawancara dilanjutkan pada Hari Sabtu, Tanggal 11 Juni 2011 terhadap Direktur Eksekutif LSM Lumbung Informasi Tepat Akurat diruang kerjanya ;

* Bagaimana pandangan Bung Dwi Karyanto atas BUMD ( Badan Usaha Milik Daerah ) yang ada dilampung barat ? ;

>>> BUMD itu sangat jelas diatur dalam Undang undang Otonomi Daerah, artinya begini, saya berpendapat setiap daerah otonom / kabupaten dan propinsi sangatlah harus mendirikan atau membuat sebuah Badan Usaha Milik Daerah , dimana Badan ini merupakan sebuah lembaga yang bergengsi dan semestinya orang orang didalamnya merupakan sekelompok profesional yang mampu dan berani mensikapi daerah ini dari sudut pandang rencana bisnis, serta hal lain yang akan mendongkrak kemajuan ekonomi daerah, termasuk didalamnya ekonomi kerakyatan yang ada, boleh bila saya katakan bahwa hadirnya BUMD harus diberi keleluasaan dalam berbuat serta pemerintah harus ikhlas dalam memberikan bantuan dana anggaran dasar atas badan ini, sehingga dengan demikian BUMD akan mampu berpikir yang terbaik atas apa yang akan diperbuat oleh pengurus BMD dimaksud .

* Bagaimana pandangan saudara atas BUMD bila dilihat dari kesiapan Pemerintah Lampung Barat untuk menyusun serta membangun Program ditubuh BUMD dilampung barat ;

>>> Begini ya, saya tidak mengatakan Pemerintah lampung barat tidak mendorong karena BUMD dimaksud dibentuk oleh pemerintah lambar, kalaupun tidak diberikan ruang gerak yang jelas, ya bubarkan sajalah, karena untuk apa kita membangun BUMD bila tidak dilanjutkan dengan realisasi program yang benar dan terprogram . Bupati harus proaktif mengikuti perkembangan BUMD dimaksud, sehingga kepercayaan seorang Bupati harus cukup kepada semua perangkat BUMD dimana bupati sudah memilih mereka, tentu dengan kepercayaan tinggi dan dengan segala resiko harus diikuti apapun baik buruk dari program mereka rekan rekan yang ada digaris BUMD dimaksud . Kelak secara tidak disadari bahwa apabila BUMD tersebut dapat maju dan berkembang serta memiliki aset yang jelas serta mampu menciftakan usaha usaha baru dilampung barat, tentu hal ini akan sangat berarti bagi masyarakat lampung barat . Dan tentu akan dikenang oleh masyarakat lampung barat sampai kapanpun dan digenerasi manapun kelak .

 * Bagaimana BUMD lambar menurut Anda saat ini ;

>>> Ya , kalau saat ini masih tahap pembenahan dan tidak semua kelembagaan yang diciftakan akan berhasil, bisa saja gagal berbuat dan hanya menjadi topeng bagi sekelompok manusia yang tidak memiliki tanggung jawab moril terhadap daerah ini, semestinya pemerintah lambar ( dalam hal ini Bupati lambar ) harus benar benar serius ya , kapan lagi, kalau terlalu lama dan terkesan jalan ditempat, cendrung masyarakat akan menilai bahwa pemerintah tidak mampu mensikapi masalah yang ada dilampung barat, padahal apabila dikembangkan dan dibangun secara positif dan benar, maka tidak menutup kemungkinan bahwa semua persoalan ekonomi kerakyatan akan berjalan dengan baik dilampung barat . Ya katakanlah Bupati lampung barat harus berani mengambil resiko, walaupun sebuah kegagalan akan mengancam  daerah ini disisi BUMD tersendiri, apalagi kalau tidak diikuti oleh nilai kepercayaan mutlak kepada BUMD dimaksud, dan hal seperti inilah nantinya akan menjadi sebuah dilematis yang serius bagi daerah lampung barat . Dan BUMD harus digerakan dengan baik bila kita ingin maju dan berkembang pada keinginan sesuai cita cita kita bersama, yaitu menciftakan lampung barat yang Madani , sejahtera dalam wujud yang nyata serta bukan hanya Slogan Belaka dilahirkan dimulut lalu berakhir jadi kentut saja .

* BUMD Berjalan dengan beberapa ketentuan , menurut anda apa kira kira ketentuan mendasar yang harus dilakukan pemerintah lampung barat menyangkut hal dimaksud ?
______ Pemerintah dalam hal ini pemilik daerah dan yang menguasai seluruh aset kekayaan daerah lamapung barat harus bersedia dengan sepenuh hati, terutama dalam hal untuk memberikan pelepasan hak atas aset dimaksud yang diikuti dengan landasan hukum yang pasti . sehingga BUMD mampu bergerak dengan sepenuhnya . Slanjutnya pemerintah lampung barat harus mampu menyalurkan anggaran yang cukup guna pergerakan awal BUMD dilampung barat . apabila pemerintah ragu ragu maka lebih baik menunda pembentukan BUMD dilampung barat .

* Apa yang menjadi sebuah ganjalan berdirinya BUMD dilampung barat, dan sejauh mana penekanan kedalam bagi semua subsektor yang ada di lampung barat ?
______ BUMD harus dilepas dengan semangat ya, ini jika pemerintah dan BUMD mau sama sama memajukan daerah ini, ketika kita bicara Badan Usaha tentu kita bicara Modal, saya melihat adanya sebuah kekhawatiran sektor dinas kehilangan program didinas tertentu, sehingga akan terhambatlah BUMD dalam berkiprah dilampung barat. BAPPEDA misalnya harus mampu untuk bekerjasama maksimal dalam menerapkan Bisnis Plant, dan tidak harus berarti BAPPEDA kehilangan Proyek disektornya, begitu juga dinas lainya, semua harus membagi program ke BUMD dan inipun kalau mau bicara memajukan lampung barat secara baik dan bersama sama .

* Menurut anda bagaimana perkembangan BUMD saat ini dilampung barat ?
_______Bagaimana BUMD akan jalan , jika dana yang sudah dianggarkan dan sudah disyahkan tidak dikeluarkan oleh PPKAD lampung barat, apa artinya pengesahan oleh D[PRD kalau dana tersebut tidakl dicairkan ada apa sebenarnya, BUMD harus bicara dan berani berpendapat tentang masalah ini, bila perlu BUMD harus lapor DPRD selaku lembaga Legislasi dan Anggaran serta pengawasan, perlu ditanya kepada Eksekutif apa alasan mereka menahan dana dimaksud, sementara program BUMD harus berjalan .

MENGUPAS TENTANG PELABUHAN KRUI DI KUALA STABAS ;

* Bung Dwi bagaimana tanggapan anda tentang Pelabuhan laut yang terletak di Kuala Stabas, sejauh mana pemikiran saudara tentang pelabuhan dimaksud bserta aset berupa gudang tua disekeliling pelabuhan dimaksud ?
>>>>> Ini sangat menarik bagi saya, sebuah pertanyaan yang memukau baik bagi diri saya maupun diri orang lain terutama masyarakat krui , baik yang krui sendiri maupun yang ada diperantauan , persoalanya sangat serius bagi saya . Kita akan cerita sebuah prasasti peninggalan sejarah jaman belanda, ya kota krui merupakan kota perdagangan dimasa pemerintahan wedana saat itu, ya Krui merupakan Ekwedanaan dijaman belanda, menurut saya selama berdirinya pemerintahan lampung barat ditahun 1992, tangan tangan lentik pemimpin dilampung barat belum pernah menyentuh masalah pelabuhan ini, padahal manfaat yang dirasakan masyarakat nelayan sangat luas dan penting, ini pelabuhan yang dibuat untuk kepentingan perdagangan dan nelayan, saya merasa ini perlu dibangun .... ya katakanlah pelabuhan ini tinggal perawatan saja, dan dapat diaktifkan sebagai pelabuhan atau dermaga nelayang. Pemerintah lampung barat selama berdiri sangat lalai dalam merencanakan rehabilitasi tentang pelabuhan kuala ini, kita bisa lihat diwilayah Blog water pelabuhan sudah banyak yang hancur dan membutuhkan perbaikan . sayang pemerintah belum melakukan perbaikan sedikitpun, termasuk gedung disekeliling pelabuhan seharusnya dilakukan peremajaan guna satu nilai budaya yang bernilai tinggi, bagi saya kota bandung sampai saat ini masih memelihara gedung sate , sebagai peninggalan belanda juga sebagai bukti sejarah yang bernilai tinggi tentunya, kenapa tidak ini kita lakukan dilampung barat . Kota krui sebagai kota wisata bahari tentu harus diakui oleh pemerintah lampung barat, terlepas apapun ini bukti sejarah yang jelas ada dan bukan mengada ada lho . jadi artinya pemerintah lampung barat harus berpikir positif tentang pelabuhan kuala ini, jangan biarkan sebuah kehancuran sejarah terjadi lagi , dan wakil rakyat harus bicara dong jangan diam saja, saudara saudara dipilih oleh rakyat sebagai pelaku demokrasi , penyampai aspirasi masyarakat harus berani berbuat dan bekerja sesuai dengan kapasitas kewenangan mereka dilembaga perwakilan rakyat, saya melihat kepedulian anggta DPRD lampung barat sangat kurang dan terkesan apatis terhadap daerah sendiri , ini amanah dan ini harus dilakukan pembenahan, satu hal yang ironis bila kepedulian anggota DPRD tidak ada, sayapun melihat ada sedikit nilai ketidak pahaman para anggota DPRD lampung barat atas apa yang akan diperbuat buat daerah dan rakyat sendiri . Dan ini memang keterlaluan sekali menurut saya, ya kalau tidak sanggup jadi wakil rakyat tak usah lama lama nongkrong di kantor DPRDb dong ... mundur saja, untuk apa mereka harus membuat barisan yang tidak bermanfaat buat rakyat .
 




Rabu, 24 November 2010

Bupati Lampung Barat "TUTUP" Semua Sawmill Penggarap Pohon Damar

Oleh : Dwi Karyanto / Direktur Eksekutif LSM Lumbung Informasi Tepat Akurat

Kehancuran bumi selalu ditakuti oleh semua manusia, namun manusia sendiri yang membuat arah kehancuran dimaksud dan segala bentuk proses penghancuran alam semesta ini tidak mampu untuk dihilangkan oleh para pemimpin di Lampung Barat, ada indikasi sebuah permainan yang terselubung antara pelaku ilegal loging dengan aparat terkait, sehingga para perusak hutan masih saja membangun jaringan " PEMBALAKAN HUTAN " di Lampung Barat Provinsi Lampung.

Penulis mencermati secara berkelanjutan bahwa pelaku pembalak hutan tidak akan pernah jera walaupun tertangkap dan masuk penjara, tetapi pada intinya pemerintah Lampung Barat sendiri harus berani memutus jaringan dimaksud dengan menutup semua bentuk perizinan yang berkaitan dengan industri penggergajian kayu (Sawmill) tersebut. Banyak sekali dalih serta cara pengusaha sawmill agar tetap mendapatkan izin dengan cara antara lain memberikan fasilitas kepada petugas terkait, memiliki alasan akan menjual kayu masak dalam arti yang sudah dilakukan pengolahan di Lampung Barat, serta dengan penerbitan IPKTM yang surat SKT nya di rekayasa sedemikian rupa agar mendapatkan izin.

Pemerintah Lampung Barat harus secepatnya menghentikan sandiwara ini, dan pemerintah Provinsi Lampung melalui Dinas Kehutanan Provinsi Lampung harus berpijak pada keselamatan alam semesta dan jangan hanya berpijak pada pemasukan dan memiliki tataran hanya "Uang" Semata. Jelas ini merupakan jalan satu satunya mengakibatkan kehancuran dikabupaten Lampung Barat. Masalah hutan Damar harus jelas pengaturan serta aturan hukumnya dan pemerintah Lampung Barat memiliki kewenangan yang jelas, selaku lembaga pemerintahan yang bertanggung jawab atas daerah dan masyarakat Lampung Barat.

Penulis selalu memberikan kritik kepada pemerintah atas semua hal yang menyangkut pembalakan hutan di Lampung Barat, namun pemerintah Lampung Barat sepertinya takut untuk mengambil tindakan dan kebijakan menyangkut penyelamatan hutan di Lampung Barat. Seperti diketahui bahwa Lampung Barat memiliki luas hutan terluas dari kabupaten lain di Provinsi Lampung, namun itu hanya tinggal kenangan, karena setiap hari hutan di Lampung Barat selalu diserang oleh Perampok hutan (Pidato Bupati Lampung Barat) saat penanaman pertama HTR (Hutan Tanaman Rakyat) di Kecamatan Ngambur Kabupaten Lampung Barat. Kenyataanya setiap hari masih saja melintas truk truk pengangkut kayu haram dimaksud, tidak ada tindakan dari pemerintah Lampung Barat. Setidaknya pemerintah Lampung Barat melalui Dinas Kehutanan Lampung Barat melakukan razia dijalan dan menangkap semua kayu-kayu dimaksud dan melakukan cek dimana lokasi penebangan dimaksud, karena penulis memiliki indikasi para penebang kayu tersebut sudah mengarah diwilayah Hutan Kawasan atau Taman Nasional Bukit Barisan Selatan (TNBBS). Dan sangat kita khawatirkan bahwa daerah Lampung Barat akan merupakan daerah rawan bencana banjir dan tanah longsor, dimana daerah Lampung Barat tergolong daerah yang memiliki karakter atau jenis tanah yang labil. Sebenarnya hal ini harus sudah terpikirkan secara baik oleh Pemerintah Lampung Barat dan sudah masuk pada program pembangunan daerah, namun sebaliknya kesemerawutan penghancuran hutan tetap berjalan.

Penulis berharap pemerintah pusat melalui Menteri Kehutanan segera menurunkan tim kelapangan dan melakukan analisa yang cermat, karena sesungguhnya apa yang kami suarakan satu hal positif untuk mencegah kehancuran alam semesta ini, akankah pemerintah peduli akan hal ini ?, penulis yakin pemerintah pusat masih memiliki hati untuk memberikan satu solusi yang paling tepat dengan melakukan penyetopan seluruh usaha penggergajian kayu (sawmill) diseluruh Indonesia. Karena Indonesia sesungguhnya merupakan paru-paru dunia dan banyak negara didunia ini yang turut memperhatikan Indonesia dari sisi hutanya, bahkan mengucurkan dana untuk melakukan rehabilitasi atas kerusakan hutan di Indonesia.

Pantai Krui Lampung Barat Lebih Indah Dari Pantai Di Bali


Oleh : Dwi Karyanto / Forum Komunikasi Serentak Pemuda Krui

Krui merupakan bagian dari daerah Kabupaten Lampung Barat Provinsi Lampung - Indonesia memiliki panjang pantai 210 Km dan keindahan Pantai Krui melebihi Pantai yang ada di Bali. Dimulai dari pantai yang ada di Kecamatan Pesisir Tengah Krui, Karya Penggawa Krui, Kecamatan Pesisir Utara Krui, Kecamatan Lemong Krui, Kecamatan Biha Krui, Kecamatan Ngambur Krui, Bengkunat Krui dan kecamatan Bengkunat Belimbing Krui. Semua kecamatan memiliki pantai yang indah sebagai objek wisata.

Keindahan pantai dimaksud menunggu penataan oleh tangan tangan terampil dimana dengan menata pantai disepanjang jalur pantai lautan Hindia Belanda yang ada di Krui maka akan menciptakan peluang bisnis yang akan menghasilkan uang, apalagi pemerintah pusat telah membangun Lapangan Terbang "ALANG ALANG LEBAR" yang diletakan tepatnya di Desa Sray Kecamatan Pesisir Tengah Krui Kabupaten Lampung Barat. Fasilitas udara ini nantinya akan bermanfaat sekali bagi para pengunjung dan pelancong yang akan menikmati keindahan pemandangan pantai Krui dengan melakukan berbagai aktifitas, misalnya melakukan pemancingan ikan Blue Marlin dan kegiatan selancar, surfing serta kegiatan lainya yang mampu menghibur keluarga.

Sejauh ini pemerintah Lampung Barat belum melakukan penataan semua objek wisata dimaksud dengan alasan keterbatasan biaya, penulis berharap kiranya semua pihak yang memiliki kepentingan disektor pariwisata mampu untuk membangun objek pariwisata tersebut dengan niat menanamkan modalnya sekaligus membuka peluang lapangan pekerjaan dengan demikian setidaknya pemerintah Lampung Barat mampu memberikan pelayanan serta kemudahan kepada semua investor yang akan menanamkan modalnya di wilayah Krui.

Sebagai bukti bahwa disepanjang pantai Krui sudah banyak ditempati oleh wisatawan mancanegara asal Amerika, Australia dan Prancis, mereka membangun Home Stay yang mereka gunakan sendiri untuk menampung para wisatawan dari asal negara mereka, setiap bulanya ratusan touris mancanegara berkunjung, namun disayangkan belum ada tindakan khusus atau upaya atau langkah pemerintah untuk melakukan penertiban serta memiliki keterlibatan langsung untuk menunjang keadaan dimaksud.

Penulis berkeyakinan apabila pantai Krui sudah dilakukan penataan, maka dimungkinkan akan memberikan masukan PAD (Pendapatan Asli Daerah) yang cukup tinggi, inipun tergantung bagaimana pemerintah mengorbitkan semua hal menyangkut pariwisata dimaksud secara maksimal, terlebih dahulu harus memberikan dan melahirkan perencanaan pembangunan yang matang untuk sektor pariwisata.

Minggu, 21 November 2010

Salah Kebijakan ' Penempatan Kapal Patroli Laut ' Lampung Barat Bantuan Pusat.

Oleh : Forum Komunikasi Serentak Pemuda Krui (FKSPK)

Dengan memiliki niat baik dan memiliki idealisme itulah seharusnya jiwa sebagai pemimpin daerah. Sebagai bagian dari masyarakat tentunya akan berharap seperti itu. Namun sekecil kebijakanpun kenapa harus dilakukan salah dan jelas mengundang dampak negatif.

Masalah kapal patroli laut merupakan bantuan pemerintah pusat dan semestinya diletakan di Krui tapi sudah dua tahun ini tempatnya tidak jelas dimana ? Kami menilai ini hal serius yg perlu untuk diketahui masyarakat luas, masyarakat krui sangat membutuhkan kapal tersebut. Hal dimaksud berkaitan sekali bahwa Krui memiliki panjang pantai lebih kurang 210 km dan langsung berhadapan dengan lautan Hindia Belanda, dimana cukup rawan sekali terhadap pencurian ikan atau kecelakaan laut. Namun pemerintah Lampung Barat tidak berpikir sejauh itu untuk kepentingan yg jauh lebih penting. Kekuatan kelembagaan non pemerintahan yang ada di Lampung Barat pun belum mampu memberikan solusi yang paling tepat atau kritik kepada pemerintah Lampung Barat. DPRD Lampung Barat semestinya sudah mampu memberikan pemikiran terbaik dari setiap kebijakan eksekutif yg merugikan rakyat. Kita selalu berharap terciptanya stabilitas di daerah Lampung Barat, namun kebijakan politis selalu mendominasi kebijakan yang sepantasnya harus diterapkan.

Penulis menggali peran semua pihak terlibat untuk peduli akan daerah Lampung Barat, masih banyak ketimpangan ketimpangan yang harus mendapat kritik keras dan tajam dari masyarakat maupun Lembaga Swadaya Masyarakat yg ada di Lampung Barat sesuai dengan kapasitas yang proporsional .

Melihat permasalah kapal patroli laut dimaksud segeralah pemerintah Lampung Barat untuk segera menempatkan kapal tersebut di perairan laut Krui Lampung Barat, menyiapkan tempat dan sumberdaya manusianya, serta membuat posko dengan bangunan yang pantas dan lengkap di daerah krui tepatnya di kecamatan Pesisir Tengah Krui.
Tanpa fasilitas pendukung lainya tentu kapal tersebut tidak ada artinya misal : pos kendali, perahu karet, pakaian /peralatan penyelam, banji renang, tenaga ahli yg akan menjadi ABK, gaji anggota kader pelaksana tugas lingkup kapal tersebut. Artinya semua harus direncanakan dalam APBD Lampung Barat, ini artinya kerja DPRD harus profesional menyikapi bagaimana daerah Lampung Barat. Permasalahan Doking / galangan kapal karena wilayah Lampung Barat memiliki laut yang luas dan sesuai kebutuhan penulis pernah mengusulkan secara lisan akan hal Doking dimaksud, tapi alasan yang penulis dengar belum waktunya dan masalah anggaran biaya, terlepas dari segera terbangunnya pelabuhan atau dermaga nusantara, pemerintah Lampung Barat harus menyiapkan Dokking berskala sedang sebagai prasarana perawatan kapal kapal kecil dan perahu. Sebab itu berupa satu kewajiban bagi pemerintah untuk menyiapkan sarana dimaksud.

Penulis berharap pemerintah mampu menerima segala hal menyangkut aspirasi masyarakat, karena harus diakui bahwa daerah otonom bertindak dan berbuat atas dasar aspirasi masyarakat . Dan penulis berharap pemerintah pusat dapat melihat dari dekat apa yang sebenarnya terjadi dan harus diperbuat oleh pemerintah Lampung Barat. Dan dengan adanya satu pemikiran bersama semua pihak penulis berkeyakinan Lampung Barat akan lebih maju dari sebelumnya dan pencitraan sesungguhnya sebagai salah satu daerah otonom akan terlihat perkembangan menuju arah yg lebih baik.

Kapankah Lampung Barat Akan Berpikir?

(Oleh : Dwi Karyanto / Direktur Eksekutif LSM Lumbung Informasi Tepat Akurat)

Berpikir itu sebetulnya sangat mudah dilaksanakan bagi seorang pemimpin daerah (Kepala Daerah ) apa sebab ? tentu karena didukung oleh dana negara.

Bangkit dalam berpikir tentu dalam makna positif dalam membangun daerah Lampung Barat serta meneruskan apa yang sudah diperbuat oleh bupati sebelum nya. Artinya setiap pemimpin terlahir karena konsep pemikiran yang cukup maksimal, karena sediakalanya telah memakan energi yang cukup besar dalam membuat konsep pembangunan. Adakalanya semua itu memakan waktu dan biaya tinggi. Kendati demikian masih banyak pemimpin daerah yang takut kehilangan jati diri karena kalau harus meneruskan pembangunan yang dikonsep oleh pemimpin atau bupati sebelumnya.

Di Lampung Barat banyak sekali pembangunan yang terkesan membuat satu kemubajiran keuangan daerah, contoh saja TERMINAL INDUK KRUI - DERMAGA TEMBAKAK - KAWASAN INDUSTRI TERPADU, kalau hanya alasan terlalu banyak memakan biaya sangat salah, karena apapun alasan itu yang digunakan adalah uang negara, lebih dari itu semua program pembangunan jelas sudah terencana dan memiliki kekuatan hukum. Terminal Induk misalnya berapa uang daerah Lampung Barat telah terkuras untuk itu, dana ganti rugi saja sudah besar dan cukup tinggi, kalau diterlantarkan tentu memiliki penilaian yang sangat negatif kepada pigur pemimpin sekarang (yang sedang memimpin bukan berkuasa.

Harapan masyarakat selalu tertumpu pada pemerintah secara umum, tapi kenyataannya belum memenuhi yang menjadi keinginan mereka yang sesungguhnya . oleh sebab itu penulis memberikan satu beban bagi pemimpin Lampung Barat agar sedikit waktu ini mampu kiranya melanjutkan semua pembangunan yang terkesan ditelantarkan tersebut, minimal membuat satu kenangan manis dihati masyarakat Lampung Barat secara umum. Karena terminal induk dimaksud apabila dilanjutkan akan menghasilkan PAD bagi daerah serta akan melahirkan lapangan pekerjaan bagi masyarakat.

Alasan penting dan memang sebuah kenyataan bahwa daerah Krui merupakan jalur lintas yang tak pernah sepi dari lalu lintas darat, baik Bus Penumpang - Truk Barang - Mobil Pribadi serta angkutan lainya dan penulis memiliki satu pemikiran alangkah baiknya apabila lokasi terminal tersebut dilakukan perluasan, sehingga terminal dimaksud dapat menampung kendaraan lebih banyak, bentuk terminal dimaksud bisa bersifat Terminal Induk atau Terminal Regional. Sudah tentu dapat dipastikan akan bermanfaat, namun harus diikuti dengan aturan atau peraturan daerah yang jelas dan bermartabat dan segala galanya demi kepentingan rakyat secara umum.

Penulis memiliki satu keyakinan apabila pemerintah Lampung Barat mengusulkan kepada pemerintah pusat atau Presiden SBY melalui rapat umum atas Jaringasmara di Lampung Barat, dan diberikan satu alasan yang positif, maka pemerintah pusat akan menganggarkan dana untuk pembangunan dimaksud, karena terbukti Sebuah" LAPANGAN TERBANG " dapat terealisasi oleh Bapak Erwin Nizar (Alm) pejabat Bupati sebelumnya. Ini semua karena kemampuan serta perjuangan yang cukup keras sehingga dapat terealisasi. Karena setidaknya pemerintah pusat akan tahu apabila ada masukan dari daerah atau pemerintah Lampung Barat. Dan penulis melihat bahwa DPRD Lampung Barat kurang Pro Aktif untuk memikirkan daerah ini, kalau hanya cukup dengan diam maka menurut penulis lebih baik mundur dan kembali kerumah, karena ini sebuah amanah yang cukup berat menjadi anggota DPRD, bukan hanya memikirkan biaya ini dan itu, dan mengapa harus Study Banding kesana dan kesini kalau tidak ada penerapan dari hasil hasil yang dibawa dari Study banding. rasanya mari kita mencoba untuk mendongkrak nilai nilai Idialisme kita, dalam memikirkan nasib rakyat Lampung Barat ini.

Harapan penulis semua memiliki tanggung jawab untuk memajukan bangsa ini, daerah Lampung Barat mari kita bangun dengan nurani yang dalam dan penuh rasa keprihatinan atas nasib rakyat yang kita cintai bersama. Para pemimpin dan wakil rakyat harus memiliki pemikiran yang lebih cerdas bagaimana dan akan seperti apa Lampung Barat ini serta sebatas namakah pemikiran serta konsep pemimpin untuk mensejahterakan rakyat.

Sabtu, 20 November 2010

Terobosan Awal Pencerahan Petani Kopi Lampung Barat

Oleh : Dwi Karyanto / Direktur Eksekutif LSM Lumbung Informasi Tepat Akurat

Petani Kopi Kabupaten Lampung Barat belum mendapat sentuhan serius Pemerintah Lampung Barat atau belum mendapat perlakuan moral positif oleh pemerintah Lampung Barat, Dalam makna mendalam penulis memberikan gambaran bahwa "Ketika Musim Hujan Petani Kopi Lampung Barat " Panen dalam sebuah kesengsaraan"

Jangan pernah DPRD Lampung Barat telah memegang Amanah Rakyat yang sesungguhnya dan memiliki martabat, bagaimana bisa kita gambarkan situasi kehidupan para petani kopi ketika memanen hasil kebunnya dimusim hujan? tentu yang terbayang dalam benak kita adalah buah yang busuk dan tidak memiliki kualitas.

Petani kopi sebagian besar berada diwilayah Sumberjaya, Sekincau, Way Tenong dan Belalau serta Liwa - Sukau artinya sebagian besar penghasil kopi adalah wilayah atas dari daerah Kabupaten Lampung Barat. Namun pernahkah pemerintah Lampung Barat berpikir akan masalah rakyat dimana petani kopi sebagai subjek analisis dalam makna mencapai kesejahteraan dengan sistim pemberian fasilitas pengeringan sesuai sektor dari petani plasma serta tidak menyulitkan rentang kendali antara lahan dengan dimana tempat alat pengeringan tersebut ditempatkan.

Ini bukan sebuah hayalan, namun Kabupaten Lampung Barat mampu untuk mewujudkan hal ini dan jelas ini sebuah kepentingan yang sangat urgen bagi rakyat, utamanya petani kopi Lampung Barat yang begitu luas akan lahannya. Kita mengakui ini sebuah potensi besar dan agung, tetapi pemerintah belum berpikir masalah yang kecil ini tetapi sangat besar sekali pengaruhnya untuk membuat satu langkah kesejahteraan dan kelancaran petani serta demi perbaikan kualitas kopi asli Lampung Barat.
 
Pengeringan kopi atau open pemanas buah kopi satu alat yang sangat sederhana dan pemerintah sangat mampu untuk menganggarkanya dan penulis ingin menggerakan satu sistem yang ada di Lampung Barat guna berpikir serius untuk masalah ini, masalah yang sederhana tapi bersifat vital dan urgen buat para petani kita.

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More

 
Powered by Blogger